JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Musisi Ahmad Dhani turut memberikan pandangannya terkait pribumi, di tengah kontroversi pidato politik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyinggung soal pribumi.
Menurut Dhani, jika pribumi bangkit maka Indonesia akan kuat dan maju. Hal ini disebutnya sangat berbahaya bagi pihak asing dan aseng.
"Seandainya Pribumi Bangkit, Dalam 30 Tahun ke depan Indonesia bisa maju dan kuat seperti RRT. Bagi asing dan aseng, kebangkitan pribumi itu berbahaya!" ujarnya.
Berikut komentar Dhani soal kebangkitan pribumi, dikutip dari akun Facebooknya, Minggu (22/10/2017).
BAHAYA KEBANGKITAN PRIBUMI
By AhmadDhani
Seandainya Pribumi Bangkit,
Dalam 30 Tahun ke depan
Indonesia bisa MAJU dan KUAT seperti RRT
RRT jadi MAJU dan KUAT karena Praktek Rasialisme yang sudah Ribuan Tahun berjalan.
Untuk jadi PEJABAT di RRT , tidak boleh berdarah campur.
Apalagi Orang JAWA , tidak bisa jadi PEJABAT di RRT.
Siapa yang RUGI kalo INDONESIAI jadi MAJU dan KUAT...? ASING dan ASENG tentunyah.
Kalo INDONESIA itu MAJU dan KUAT...
ASING dan ASENG tidak bisa "mbodo mbodhin " Indonesia tentunyah.
Maka dari itu,
bagi ASING dan ASENG , KEBANGKITAN PRIBUMI ITU BERBAHAHAYA!
Demikianlah.
Sebelumnya, Anies menyampaikan pidato politik pertamanya di hadapan ribuan warga, usai dilantik dan melakukan sertijab di Balai Kota DKI, Senin (16/10/2017) malam. Saat berpidato, ia sempat menyinggung soal bagaimana pribumi mengalami penindasan di jaman kolonialisme.
"Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelur, ayam yang mengerami," tegas Anies.
Setelah pidatonya menuia kontroversi dan mendapat kecaman dari berbagai pihak lantaran istilah 'pribumi' yang digunakan, Anies kemudian menjelaskan, jika konteks pidato yang sampaikan terkait dengan masa penjajahan.
"Itu pada konteks era penjajahan. Karena saya menulisnya juga pada zaman penjajahan dulu karena Jakarta itu kota yang paling merasakan," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/10/2017).
http://ift.tt/2zttQmD